Teknologi RO Karya Dosen Universitas Narotama Ubah Air Tanah Jadi Air Minum di Sumenep
12 Januari 2026, 09:06:30 Dilihat: 127x
Civitas akademika Universitas Narotama Surabaya bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Batang-batang Daya, Kabupaten Sumenep, pada akhir pekan Rabu (17/12/2025). Kegiatan ini difokuskan untuk membantu warga desa yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh air minum yang bersih dan layak konsumsi.
Keterbatasan kondisi alam serta minimnya infrastruktur menyebabkan akses air bersih di wilayah tersebut menjadi persoalan serius, baik untuk kebutuhan minum maupun keperluan sehari-hari.
Menjawab tantangan tersebut, program ini digagas dan dibimbing oleh dosen Universitas Narotama, Farida Hardaningrum, S.Si., M.T, yang memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di bidang teknologi pengolahan air payau menjadi air minum melalui sistem Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO).
Dalam pelaksanaannya, Farida didampingi oleh dua dosen lainnya, yakni Rizal Bahaswan, S.T., M.Sc dan I Putu Arthaya, S.E, M.M, yang turut berperan dalam kegiatan pengolahan air baku hingga menjadi air siap minum.
Farida menegaskan bahwa persoalan air bukan hanya menyangkut ketersediaan, tetapi juga mutu. Tanpa proses penjernihan yang tepat, air dari sumber lokal berpotensi mengandung zat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.
Sementara itu, tim BEM Universitas Narotama yang diketuai oleh Presiden BEM Ruhul Jihad Al Islamy tidak hanya membantu proses pengolahan air, tetapi juga memberikan pendampingan kepada warga untuk mengembangkan produksi air minum dalam kemasan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi desa.
Farida menyampaikan bahwa air bersih merupakan kebutuhan mendasar sekaligus peluang ekonomi apabila dikelola dengan baik.
Melalui Program Mahasiswa Berdampak (PM-BEM) yang didukung pendanaan dari Kemendikti Saintek, mahasiswa Universitas Narotama membuktikan bahwa penerapan inovasi teknologi mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Ruhul Jihad menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wujud konkret peran mahasiswa dalam menjawab permasalahan sosial melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai unsur desa, termasuk BUMDes dan Karang Taruna.
Dalam kegiatan tersebut, tim BEM juga memberikan pelatihan teknis kepada masyarakat, mulai dari proses produksi, perawatan alat, penerapan standar sanitasi, hingga pengujian kualitas air minum.
Kepala Desa Batang-batang Daya, Siti Naisa, S.Sos, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Universitas Narotama. Ia menilai keberadaan mesin pengolahan air minum ini sangat membantu warganya, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, tetapi juga membuka peluang usaha air minum kemasan lokal.
Sebagai komitmen keberlanjutan, kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Narotama Surabaya dan Pemerintah Desa Batang-batang Daya, yang menjadi landasan kerja sama jangka panjang dalam bidang pemberdayaan masyarakat serta pengembangan potensi desa.
Sumber: Bhirawa online, diolah kembali oleh Humas Universitas Narotama